Rabu, 04 Februari 2009

SEJARAH YAHUDI

Orang yahudi adalah keturunan Israil. Tafsir Ibnu Katsier, Al-Qurtubi, dan Jalalain, israil adalah Nabi Ya'kub. Jadi bani israil adalah keturunan Nabi Ya'kub. Menurut catatan KH. Munawar Khalil tahun 1800 SM, Nabi Ya'kub pindah dari Kan'an (Palestina) bersama cucunya ke Mesir. Yaitu setelah Nabi Yusuf as, puteranya menjabat sebagai raja di Mesir. Kemudian nabi Ya'kub wafat pada tahun 1686 SM, disusul nabi Yusuf pada tahun 1935 SM. Meskipun bani israil tetap tinggal di Mesir hingga 300 tahun lamanya. Setelah itu mereka hidup dibawah kekuasaan Fir'aun, mereka ditindas, dibunuh dan diintimidasi. Akhirnya berkat pertolongan nabi Musa mereka berhasil keluar dari Mesir dan kembali ke Palestina (QS. Al-Baqarah 49-50). Setelah nabi Musa wafat, pimpinan diserahkan kepada nabi Ilyas as, selanjutnya kepada nabi Ilyasa as. Ssetelah nabi Ilyasa wafat mulailah keadaan dan kehidupan mereka menjadi kacau balau, kocar kacir dan tidak karuan. Ajaran Taurat mulai mereka tinggalkan sehingga mereka menjadi lemah, rendah dan hina dina. Untung mereka memiliki pemimpin yang gagah berani bernama Samuel. Lalu Samuel menunjul Shawel untuk mengendalikan pemerintahan. Setelah Shawel wafat, kemudian digantikan oleh nabi Dawud as. Raja Dawud memegang kerajaan kira-kira pada tahun 1058 s/d 1017 SM. Selanjutnya bani israil hidup dibawah kerajaan nabi Sulaiman. Pada masa ini, bani israil hidup damai, makmur dan sentosa. Yaitu lebih kurang 400 tahun lamanya. Setelah nabi Sulaiman wafat, kerajaan mereka terbagi menjadi dua. Dan kerajaan Yahudi dengan ibukota Darus Salam (Yerusalem).
Tahun 722 SM, kerajaan israil jatuh ke tangan raja Salmannasar. Dan tahun 586 SM, kerajaan yahudi diserbu raja Nabukadnesar. Lalu pada tahun 539 SM raja Cyprus dari Persia menaklukkan Babilonia. Tidak berapa lama bangsa Mesir berhasil merebut Negara kaum yahudi dari kekuasaan bangsa Persia. Selanjutnya mereka ditaklukkan oleh bangsa Romawi dengan rajanya Augustus. Pada masa itulah nabi Isa as dilahirkan. Dalam kekuasaan Mesir dan Romawi itulah, bani israil mengalami berbagai penderitaan dan kesengsaraan. Pada tahun 70 SM mereka berupaya melakukan pemberontakan namun gagal. Justru akhirnya mereka diperbudak dan diusir dari negerinya oleh raja Romawi (Titus). Mulailah mereka hidup terlunta-lunta diberbagai negeri (diaspora). Sebagian mengembara dan menetap di semenanjung Arabia. Diantaranya adalah suku besar Yahudi yang tinggal di Yatsrib (Madinah). Yaitu bani Qaniuqa, bani Nadhir dan bani Quraizhah.

Di kota Madinah inilah mereka menunggu kedatangan Nabu terakhir yang diharapkan dapat membantu membangkitkan kejayaan mereka kembali. Namun sifat iri dan dengkinya justru mereka memusuhi Rasulullah. Disebabkan nabi Muhammad bukan keturunan israil. Di Madinah mereka menguasai pusat-pusat ekonomi dan bisnis. Dengan kelicikannya tiada henti-hentinya memprovokasi dan mengadu domba suku Aus dan Kazraj agar selalu ribut dan perang.


KOMPETENSI YAHUDI

Rasulullah dan sahabatnya memiliki kompetensi yang luar biasa. Mulai dari tabligh, amanah, fathonah dan Sidiq. Yahudi justru kebalikannya. Yaitu memiliki kompetensi inti yang membawa kepada kerusakan, perkelaian dan kehancuran.

Pertama Iri dan Dengki.

Kedua, Membunuh dan mengusir kaumnya sendiri, yahudi adalah pembunuh berdarah dingin. Mereka siap membunuh siapa saja orang yang bukan kelompoknya, bahkan sesama yahudi juga saling usir dan membunuh.

Ketiga, Bakhil, pelit dan medit, sangat cinta pada dunia sehingga mereka ingin hidup ribuan tahun.


KESIMPULAN:

menurut Imam Al-Qurtubi dan Imam Ibnu Katsier, orang yahudi adalah orang yang RAKUS, LOBA, PELIT DAN MEDIT. Waspadai orang yang mempunyai karakter diatas. Semoga manfaat.

Tidak ada komentar: